Seniman di Kaltim Perlu Perhatian Lebih dari Pemerintah

KORAN KALTIM – Seniman di Kaltim saat ini masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah, agar tidak punah akibat tergerus pengembangan teknologi.

Itu disampaikan langsung oleh Anggota Komite II DPD RI, Aji Mirni Mawarni seusai melakukan buka puasa bersama dan pemberian santunan dengan anak yatim bersama dengan Sanggar Seni dan Budaya Benaung Kaltim.

Di Wadah Benaung, Jalan Bugis Gang H Sabran RT 4 Nomor 32, Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, Selasa (4/5/2021).

Aji Mirni Mawarni menyampaikan kehadirannya mendatangi seniman ini sebagai bentuk perhatiannya. Meskipun ini bukan bidangnya di Komite II, tetapi karya seni seyogyanya dapat dikembangkan.

“Soalnya sekarang seni dan budaya hampir tidak terlalu diagungkan anak-anak muda. Karena sekarang ini sukanya tik tok dan musik Korea,” terangnya. Oleh karena kondisi yang ada membuat  seni budaya pun akhirnya tertinggal. Sebab itu, perlu didukung agar dapat menaikkan kembali seni budaya di Kaltim.

 

 

Menurutnya, kegiatan-kegiatan para seniman dapat pula menjadi perhatian dari pemerintah, perlu didukung terus agar para seniman bisa mengeluarkan banyak karya yang berkualitas. Ia berharap, dengan mendorong kreativitas, para seniman ini dapat membuat mereka dapat lebih terlihat.

“Karena orang akan semakin melihat apa yang telah dilakukan, apalagi dengan menunjukan prestasi,” pungkasnya.

Ketua Umum Benaung, Selamat Said mengapresiasi Senator Aji Mirni, karena berkenan dan berkesempatan untuk terlibat langsung dengan para seniman.

Ia mengaku, Benaung ini merupakan lembaga baru untuk berbagai macam profesi dan keahlian. Bahkan, disediakannya wadah Benaung ini sebagai bentuk solusi bersama agar adanya fasilitas tempat untuk dapat terus berlatih agar tetap berkarya.

“Makanya kalau kita bilang benaung. Jawabnya itu, Benaung, berkarya, dan berprestasi,” ungkapnya.

Ia berharap, tumbuh kembangnya masyarakat berkesenian di Kaltim ini terdapat perhatian bagi pemerintah. “Jangan sampai untuk seniman dalam hal penganggaran hanya berupa aksesoris,” tukasnya. (*)