RI-Rusia Cari Langkah Strategis untuk Tingkatkan Investasi

DPD RI – Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus menjalin komunikasi serta melakukan langkah-langkah strategis agar bisa meningkatkan investasi di masa mendatang. Hal ini tercetus dalam pertemuan Delegasi DPD RI dengan Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Sergey Sergeyevick Nosov yang didampingi oleh Direktur Lembaga Antariksa Federasi Rusia (Roscosmos) Boris Nafikov di Moscow, Rabu (24/5/2023).
 
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat dan mengajak para pelaku usaha Rusia untuk bekerja sama dan berinvestasi khususnya di di bidang energi, seperti pembangunan kilang migas di Tuban dan pembangunan Blok Natuna.
 
Nono Sampono juga menambahkan Pemerintah Indonesia juga melakukan langkah perbaikan perekonomian nasional dan iklim investasi melalui kemudahan pengurusan izin berusaha dan berinvestasi, melalui penyempurnaan Online Single Submission (OSS), pemberian sejumlah insentif fiskal, dan revisi sejumlah regulasi terkait sebagaimana tertuang dalam UU Cipta Kerja yang belum lama ini telah disahkan oleh DPR RI.
 
“Langkah-langkah perbaikan tersebut merupakan upaya untuk mentransformasi ekonomi nasional Indonesia dan dalam rangka merespons berbagai tantangan di bidang ekonomi saat ini,” tutur Nono Sampono.
 
Pertemuan pun sepakat untuk terus berkoordinasi erat, melakukan dialog secara regular, serta mendorong penguatan interaksi kalangan pelaku usaha kedua negara, baik melalui partisipasi dalam berbagai forum dan pameran dagang, maupun investasi dan industri yang diselenggarakan kedua negara.
 
 
 
 
Sementara itu pihak Federasi Rusia sangat tertarik melakukan kerja sama dengan Indonesia, khususnya di bidang industri dan infrastruktur, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan sistem floating yang dapat bergerak kemana-mana untuk memenuhi kebutuhan listrik di-area pulau/pantai dengan kapasitas 100-150 Mega Watt. PLTN tersebut disebut PLTN TERAPUNG (Floating Nuclear Power Plant).
 
Pihak Rusia juga tertarik melakukan kerjasama dalam bidang Antariksa, peluncuran satelit Indonesia. Satelit diharapkan dapat mendukung kebutuhan komunikasi, transportasi darat-laut-udara, pertanian, perikanan, serta mitigasi bencana dan kebakaran hutan dll.
 
Federasi Rusia juga bersedia memberikan pendidikan dan pelatihan SDM nya, dengan biaya yang akan ditanggung oleh pihak Rusia. Selanjutnya pihak Rusia mengajak untuk bersama mencari solusi dan peluang berbagai aspek sebagai akibat boikot pihak barat sebagai dampak perang Rusia-Ukraina.
 
Sebagai informasi, Rusia merupakan salah satu mitra utama Indonesia di Eropa, sejak pembukaan hubungan diplomatik 70 tahun yang lalu. Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan dan kerja sama yang erat di berbagai bidang, antara lain bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, kesehatan, pendidikan, pertukaran budaya, dan pertahanan keamanan.
 
“Diharapkan pertemuan ini dapat menjadi momentum kerjasama dan hubungan bilateral kedua negara sehingga dapat mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi dan industri yang lebih erat ke depannya,” harap Nono Sampono. (*)